1. Motorik
Kasar
Stimulasi yang perlu dilanjutkan.
- Merangkak.
- Berdiri.
- Berjalan sambil berpegangan.
- Berjalan dengan bantuan.
a.
Bermain bola.
Ajak bayi
bermain bola. Gelinclingkan bola ke arahnya dan usahakan agar ia menggelindingkan
bola atau memukulnya kembali ke arah anda. Bola besar akan lebih mudah untuk
bermain pertama kali. Berangsur-angsur bermain bola dengan berbagai ukuran,
jangan gunakan bola yang terlalu kecil sehingga dapat ditelan dan menyebabkan
tersedak. Jangan memakai balon.
b.
Membungkuk.
Jika bayi
sudah bisa berdiri, letakkan sebuah mainan di lantai. Ajak agar ia mau
membungkuk dan mengambil mainan itu tanpa berpegangan. Mula-mula mungkin bayi
perlu dibantu.
c.
Berjalan sendiri.
Bantu bayi
agar mau berjalan beberapa langkah tanpa berpegangan. Buat permainan seperti
meminta bayi berjalan ke pelukan anda untuk mendapatkan dekapan atau mainan
yang disukainya. Beri pujian bila bayi mau berjalan beberapa langkah. Bila bayi
belum siap berjalan, tunggu beberapa hari dan coba lagi.
d.
Naik tangga.
Tunjukkan
kepada bayi cara naik tangga dengan merangkak, kemudian biarkan ia menuruni
tangga dengan melangkahkan kakinya. Gunakan tangga yang rendah dan bayi jangan
ditinggal sendirian.
2. Motorik
Halus
Stimulasi yang perlu dilanjutkan.
- Memasukkan benda ke dalam wadah.
- Bermain dengan mainan yang mengapung di
air.
a.
Menyusun balok/kotak.
Ajari bayi
menyusun beberapa balok/kotak besar. Balok/kotak dapat dibuat dari karton atau
potonganpotongan kayu bekas. Benda lain yang bisa dipakai adalah beberapa
kaleng kecil (kosong) atau mainan anak berbentuk kubus/balok.
b.
Menggambar
Letakkan
krayon/pinsil berwarna dan kertas di meja. Ajak bayi “menggambar” dengan krayon
atau pinsil berwarna. Kegiatan menggambar ini dapat dilakukan bersamaan dengan
anda menge6akan tugas rumah tangga.
c.
Bermain di dapur.
Biarkan bayi
bermain di dapur ketika anda sedang memasak. Pilih lokasi yang jauh dari kompor
dan letakkan sebuah kotak tempat menyimpan mainan alai memasak dari plastik
atau bends-bends yang ads di dapur seperti gelas, mangkuk, sendok, tutup gelas
dari plastik.
3. Bicara
dan Bahasa
Stimulasi yang perlu dilanjutkan.
- Berbicara.
- Menjawab pertanyaan.
- menyebutkan nama gambar-gambar di bukul
majalah.
a.
Menirukan kata-kata.
Setiap had
bicara kepada bayi. Sebutkan kata-kata yang telah diketahui artinya seperti:
minum susu, mandi, tidur, kue, makan, kucing dan lain-lain. Buat agar bayi mau
meniru kata-kata tersebut. Bila bayi mau mengatakannya, puji ia, kemudian
sebutkan kata itu lagi dan buat agar ia mau mengulanginya.
b.
Berbicara dengan boneka.
Beli sebuah
boneka atau buat boneka mainan dari sarung tangan atau kaos kaki yang digambad
dengan pens menyerupai bentuk wajah. Berpura-pura bahwa boneka itu yang
berbicara kepada bayi dan buat agar bayi mau berbicara kembali dengan boneka
itu.
c.
Bersenandung dan bernyanyi.
Nyanyikan
lagu dan bacakan syair anak kepada bayi sesering mungkin
4. Sosialisasi
& Kemandirian
Stimulasi yang perlu dilanjutkan.
- Memberi rasa aman dan kasih sayang.
- Mengajak bayi tersenyum.
- Mengayun
- Menina-bobokkan
- Permainan “Ciluk-ba”
- Permainan “bersosialisasi”
a.
Minum sendiri dari sebuah cangkir.
Bantu bayi
memegang cangkir dan minum dari cangkir itu. cangkir plastik tertutup dengan
lubang mulut dapat dipakai untuk tahap awal, isi cangkir dengan air sedikit
agar tidak tumpah.
b.
Makan bersama-sama.
Ajak bayi
makan bersama-sama dengan anggota keluarga lainnya. Bayi duduk dekat dengan
yang lainnya dan makan makanannya (makanan bayi umur 9-12 bulan berbeda dengan
makanan keluarga).
c.
Menarik mainan yang letaknya agak jauh.
Ajari bayi
untuk mengambil sendiri mainan yang letaknya agak jauh dengan cars meraih,
menarik, ataupun mendorong badannya supaya dekat dengan mainan tersebut.
Letakkan mainan yang bertali agak jauh, ajari bayi cara menarik tali untuk
mendapatkan mainan tersebut. Simpan mainan bertali tersebut jika anda tidak
dapat mengawasi bayi.