Stimulasi Dini

Stimulasi Dini

Stimulasi Dini

Stimulasi Dini

Stimulasi Dini

Stimulasi Dini

Stimulasi Dini

Rabu, 27 November 2013

Stimulasi Anak Usia 12 - 15 bulan


1. Motorik Kasar
    Stimulasi yang perlu dilanjutkan. 
•    Bermain bola.
•    Berjalan sendiri.
Menarik mainan.
Berjalan mundur.
Belajar Berjalan naik dan turun tangga.
Berjalan sambil berjinjit.
Menangkap dan melempar bola.

2. Motorik Halus
    Stimulasi yang perlu dilanjutkan.
•    Memasukkan benda ke dalam wadah.
•    Bermain dengan mainan yang mengapung di air.
•    Menggambar.
•    Menyusun kubus dan mainan.
Permainan balok.
Memasukkan dan mengeluarkan benda.
Memasukkan benda yang satu ke benda lainnya.

3. Bicara & Bahasa
    Stimulasi yang perlu dilanjutkan.
•    Berbicara.
•    Menjawab pertanyaan.
•    Menunjuk dan menyebutkan nama gambar-gambar.
Membuat suara.
Menyebut nama bagian tubuh
Meniru Pembicaraan

4. Sosialisasi & Kemandirian
    Stimulasi yang perlu dilanjutkan.
•    Memberi rasa aman dan kasih sayang.
•    Mengayun
•    Menina-bobokkan
•    Permainan “Ciluk-ba”
•    Permainan “bersosialisasi”
Menirukan pekerjaan rumah tangga
Melepas pakaian.
Makan sendiri.
Merawat boneka
Pergi ke tempat-tempat umum

Untuk menstimulasi tumbuh kembangnya kami menyediakan beberapa alat permainan edukatif



Selasa, 26 November 2013

Stimulasi pada bayi umur 9 - 12 bulan


1. Motorik Kasar


    Stimulasi yang perlu dilanjutkan.
  • Merangkak.
  • Berdiri.
  • Berjalan sambil berpegangan.
  • Berjalan dengan bantuan.

a.      Bermain bola.

Ajak bayi bermain bola. Gelinclingkan bola ke arahnya dan usahakan agar ia menggelindingkan bola atau memukulnya kembali ke arah anda. Bola besar akan lebih mudah untuk bermain pertama kali. Berangsur-angsur bermain bola dengan berbagai ukuran, jangan gunakan bola yang terlalu kecil sehingga dapat ditelan dan menyebabkan tersedak. Jangan memakai balon.

b.      Membungkuk.

Jika bayi sudah bisa berdiri, letakkan sebuah mainan di lantai. Ajak agar ia mau membungkuk dan mengambil mainan itu tanpa berpegangan. Mula-mula mungkin bayi perlu dibantu.

c.       Berjalan sendiri.

Bantu bayi agar mau berjalan beberapa langkah tanpa berpegangan. Buat permainan seperti meminta bayi berjalan ke pelukan anda untuk mendapatkan dekapan atau mainan yang disukainya. Beri pujian bila bayi mau berjalan beberapa langkah. Bila bayi belum siap berjalan, tunggu beberapa hari dan coba lagi.

d.      Naik tangga.

Tunjukkan kepada bayi cara naik tangga dengan merangkak, kemudian biarkan ia menuruni tangga dengan melangkahkan kakinya. Gunakan tangga yang rendah dan bayi jangan ditinggal sendirian.

2. Motorik Halus
    Stimulasi yang perlu dilanjutkan.
  • Memasukkan benda ke dalam wadah.
  • Bermain dengan mainan yang mengapung di air.

a.      Menyusun balok/kotak.

Ajari bayi menyusun beberapa balok/kotak besar. Balok/kotak dapat dibuat dari karton atau potonganpotongan kayu bekas. Benda lain yang bisa dipakai adalah beberapa kaleng kecil (kosong) atau mainan anak berbentuk kubus/balok.

b.      Menggambar

Letakkan krayon/pinsil berwarna dan kertas di meja. Ajak bayi “menggambar” dengan krayon atau pinsil berwarna. Kegiatan menggambar ini dapat dilakukan bersamaan dengan anda menge6akan tugas rumah tangga.

c.       Bermain di dapur.

Biarkan bayi bermain di dapur ketika anda sedang memasak. Pilih lokasi yang jauh dari kompor dan letakkan sebuah kotak tempat menyimpan mainan alai memasak dari plastik atau bends-bends yang ads di dapur seperti gelas, mangkuk, sendok, tutup gelas dari plastik.

3. Bicara dan Bahasa
    Stimulasi yang perlu dilanjutkan.
  • Berbicara.
  • Menjawab pertanyaan.
  • menyebutkan nama gambar-gambar di bukul majalah.

a.      Menirukan kata-kata.

Setiap had bicara kepada bayi. Sebutkan kata-kata yang telah diketahui artinya seperti: minum susu, mandi, tidur, kue, makan, kucing dan lain-lain. Buat agar bayi mau meniru kata-kata tersebut. Bila bayi mau mengatakannya, puji ia, kemudian sebutkan kata itu lagi dan buat agar ia mau mengulanginya.

b.      Berbicara dengan boneka.

Beli sebuah boneka atau buat boneka mainan dari sarung tangan atau kaos kaki yang digambad dengan pens menyerupai bentuk wajah. Berpura-pura bahwa boneka itu yang berbicara kepada bayi dan buat agar bayi mau berbicara kembali dengan boneka itu.

c.       Bersenandung dan bernyanyi.

Nyanyikan lagu dan bacakan syair anak kepada bayi sesering mungkin

4. Sosialisasi & Kemandirian
    Stimulasi yang perlu dilanjutkan.
  • Memberi rasa aman dan kasih sayang.
  • Mengajak bayi tersenyum.
  • Mengayun
  • Menina-bobokkan
  • Permainan “Ciluk-ba”
  • Permainan “bersosialisasi”

a.      Minum sendiri dari sebuah cangkir.

Bantu bayi memegang cangkir dan minum dari cangkir itu. cangkir plastik tertutup dengan lubang mulut dapat dipakai untuk tahap awal, isi cangkir dengan air sedikit agar tidak tumpah.

b.      Makan bersama-sama.

Ajak bayi makan bersama-sama dengan anggota keluarga lainnya. Bayi duduk dekat dengan yang lainnya dan makan makanannya (makanan bayi umur 9-12 bulan berbeda dengan makanan keluarga).

c.       Menarik mainan yang letaknya agak jauh.

Ajari bayi untuk mengambil sendiri mainan yang letaknya agak jauh dengan cars meraih, menarik, ataupun mendorong badannya supaya dekat dengan mainan tersebut. Letakkan mainan yang bertali agak jauh, ajari bayi cara menarik tali untuk mendapatkan mainan tersebut. Simpan mainan bertali tersebut jika anda tidak dapat mengawasi bayi.

Minggu, 24 November 2013

Stimulasi pada bayi umur 6-9 bulan


1. Motorik Kasar
    Stimulasi yang perlu dilanjutkan.
   •    Menyangga berat.
   •    Mengembangkan kontrol thd kepala.
   •    Duduk


a.    Merangkak
Letakkan sebuah mainan di luar jangkauan bayi, usahakan agar ia mau merangkak ke arah mainan dengan menggunakan kedua tangan dan lututnya.


b.    Menarik ke posisi berdiri.
Dudukkan bayi di tempat tidur, kemudian tarik bayi ke posisi berdiri. Selanjutnya, lakukan hal tersebut di atas meja, kursi atau tempat lainnya.


c.    Berjalan berpegangan.
Ketika bayi telah mampu berdiri, letakkan mainan yang disukainya di depan bayi dan jangan terlalu jauh. Buat agar bayi mau berjalan berpegangan pada ranjangnya atau perabot rumah tangga untuk mencapai mainan tersebut.


d.    Berjalan dengan bantuan.
Pegang kedua tangan bayi dan buat agar ia mau melangkah.

2. Motorik Halus
    Stimulasi yang perlu dilanjutkan.
   •    Memegang benda dengan kuat.
   •    Memegang benda dengan kedua tangannya.
   •    Mengambil benda-benda kecil 


a.    Memasukkan benda ke dalam wadah.
Ajari bayi cara memasukkan mainan/ benda kecil ke dalam suatu wadah yang dibuat dari karton/kaleng/kardus/botol air mineral bekas. Setelah bayi memasukkan bends-beads tersebut ke dalam wadah, ajad cara mengeluarkan benda tersebut clan memasukkannya kembali. Pastikan benda-benda tersebut tidak berbahaya, seperti: jangan terialu kecil karena akan membuat tersedak bila benda itu tertelan.


b.    Bermain “genderang”.
Ambit kaleng kosong bekas, bagian atasnya ditutup dengan plastik/kertas tebal seperti “genderang”. Tunjukkan cara memukul “genderang” dengan sendok/centong kayo hingga menimbulkan suara.


c.    Memegang alat tulis dan mencoret-coret.
Sediakan krayon/pensil berwarna clan kertas bekas di atas meja. Dudukkan bayi di pangkuan anda, bantu bayi agar ia dapat memegang krayon/pensil clan ajarkan bagaimana mencoret-coret kertas.


d.    Bermain mainan yang mengapung di air.
Buat mainan dari karton bekas/kotak/gelas plastik tertutup yang mengapung di air. Biarkan bayi main dengan mainan tersebut ketika mandi. Jangan biarkan bayi sendirian ketika mandilmain di air.


e.    Membuat bunyi-bunyian.
Tangan kanan clan kid bayi masing-masing memegang mainan yang tidak dapat pecah (kubus/balok kecil). Bantu agar bayi membuat bunyi bunyian dengan cara memukul-mukul ke 2 benda tersebut.


f.    Menyembunyikan dan mencari mainan.
Sembunyikan mainan/benda yang disukai bayi dengan cara ditutup selimut/koran, sebagian saja. Tunjukkan ke bayi cara menemukan mainan tersebut yaitu dengan mengangkat kain/koran penutup mainan. Setelah bayi mengerti permainan ini, maka tutup mainan tersebut dengan selimut/ koran, dan biarkan ia mencari mainan itu sendiri.

3. Bicara & Bahasa
    Stimulasi yang perlu dilanjutkan
   •    Berbicara.
   •    Mengenali berbagai suara.
   •    Mencari sumber suara.
   •    Menirukan kata-kata. 


a.    Menyebutkan nama gambar-gambar di buku/majalah.
Pilih gambar-gambar menarik yang berwarna-warni (misal: gambar binatang, kendaraan, meja, gelas dan sebagainya) dari buku/majalah bergambar yang sudah tidak terpakai. Sebut nama gambar yang anda tunjukkan kepada bayi. Lakukan stimulasi ini setiap had dalam beberapa menit saja.


b.    Menunjuk dan menyebutkan nama gambar-gambar .
Tempelkan berbagai macam guntingan gambar yang menarik dan berwama-wami (misal: gambar binatang, mainan, slat rumah tangga, bungs, bush, kendaraan dan sebagainya), pads sebuah buku tulis/gambar. Ajak bayi melihat gambar2 tersebut, bantu ia menunjuk gambar yang namanya anda sebutkan. Usahakan bayi mau mengulangi kata-kata anda. Lakukan stimulasi ini setiap had dalam beberapa menit saja.


4. Sosialisasi & Kemandirian   
Stimulasi yang perlu dilanjutkan.
   •    Memberi rasa aman dan kasih sayang.
   •    Mengajak bayi tersenyum.
   •    Mengayun
   •    Bermain “Ciluk-ba”
   •    Melihat di kaca


a. Permainan ’bersosialisasi’.
Ajak bayi bermain dengan orang lain. Ketika ayah pergi, lambaikan tangan ke bayi sambil berkata “da… daag”. Bantu bayi dengan gerakan membalas melambaikan tangannya. Setelah ia mengerti permainan tersebut, coba agar bayi mau menggerakkan tangannya sendiri ketika mengucapkan kata-kata seperti di atas

Stimulasi pada bayi umur 3 - 6 bulan

1. Motorik Kasar

    Stimulasi perlu dilanjutkan :
    •    Berguling-guling.
    •    Menahan kepala tetap tegak.

a.    Menyangga berat
Angkat badan bayi melalui bawah ketiaknya ke posisi berdiri. Perlahan-lahan turunkan badan bayi hingga kedua kaki menyentuh meja, tempat tidur atau pangkuan anda. Coba agar bayi mau mengayunkan badannya dengan gerakan naik turun serta menyangga sebagian berat badannya dengan kedua kaki bayi.

b.    Mengembangkan fungsi kontrol terhadap kepala
Latih bayi agar otot-otot lehernya kuat. Letakkan bayi pada posisi telentang. Pegang kedua pergelangan tangan bayi, tarik bayi perlahan-lahan ke arah anda, hingga badan bayi terangkat ke posisi setengah duduk. Jika bayi belum dapat mengontrol kepalanya (kepala bayi tidak ikut terangkat), jangan lakukan latihan ini. Tunggu sampai otot-otot leher bayi lebih kuat.

c.    Duduk
Bantu bayi agar bisa duduk sendiri. Mula-mula bayi didudukkan di kursi dengan sandaran agar tidak jatuh kebelakang. Ketika bayi dalam posisi duduk, beri mainan kecil ditangannya. Jika bayi belum bisa duduk tegak, pegang badan bayi. Jika bayi bisa duduk tegak, dudukkan bayi di lantai yang beralaskan selimut, tanpa sandaran atau penyangga.

2. Motorik Halus
 Stimulasi yang perlu dilanjutkan.
   •    Melihat, meraih dan menendang mainan gantung.
   •    Memperhatikan benda bergerak
   •    Melihat benda-benda kecil.
   •    Meraba clan merasakan berbagai bentuk permukaan.

a.    Memegang benda dengan kuat.
Letakkan sebuah mainan kecil yang berbunyi atau berwarna cerah di tangan bayi. Setelah bayi menggenggam mainan tersebut, tarik pelan-pelan untuk melatih bayi memegang benda dengan kuat.

b.    Memegang benda dengan kedua tangan.
Letakkan sebuah benda atau mainan di tangan bayi clan perhatikan apakah ia memindahkan benda tersebut ke tangan lainnya. Usahakan agar tangan bayi, kiri dan kanan, masing-masing memegang benda pada waktu yang sama. Mula-mula bayi dibantu, letakkan mainan di satu tangan dan kemudian usahakan agar bayi mau mengambil mainan lainnya dengan tangan yang paling sering digunakan.

c.    Makan sendiri
Beri kesempatan kepada bayi untuk makan sendiri, mula-mula berikan biskuitnya sehingga bayi bisa belajar makan biskuit.
d.    Mengambil benda-benda kecil
Letakkan benda kecil seperti remah-remah makanan atau potongan-potongan biskuit di hadapan bayi. Ajari bayi mengambil benda-benda tersebut. Jika bayi telah mampu melakukan hat ini, jauhkan pil, obat dan benda kecil lainnya dari jangkauan bayi.

3. Bicara & Bahasa
    Stimulasi yang perlu dilanjutkan.
   •    Berbicara.
   •    Meniru suara-suara
   •    Mengenali berbagai suara.

a.    Mencari sumber suara
Ajari bayi agar memalingkan mukanya ke arah sumber suara. Mula-mula muka bayi dipegang dan dipalingkan perlahan-lahan ke arah sumber suara, atau bayi dibawa mendekati sumber suara.

b.    Menirukan kata-kata.
Ketika berbicara dengan bayi, ulangi beberapa kata berkali-kali dan usahakan agar bayi menirukannya. Yang paling mudah ditirukan oleh bayi adalah kata papa dan mama, walaupun ia belum mengerti artinya.

4. Sosialisasi & Kemandirian
Stimulasi yang perlu dilanjutkan.
   •    Memberi rasa aman dan kasih sayang
   •    Mengajak bayi tersenyum.
   •    Mengamati
   •    Mengayun
   •    Menina-bobokkan

a.    Bermain “Ciluk-ba”
Pegang saputangan/kain atau koran untuk menutupi wajah anda dari pandangan bayi. Singkirkan penutup tersebut dari hadapan bayi dan katakan “ciluk ba” ketika bayi dapat melihat wajah anda kembali. Lakukan hal ini berulang kali. Yang penting, usahakan bayi tidak dapat melihat wajah anda untuk beberapa saat dan tiba-tiba wajah anda muncul kembali dengan gembira dan berseri-seri. Cara lain adalah mengintip bayi dari balik pintu atau tempat tidurnya.

b.    Melihat dirinya di kaca
Pada umur ini, bayi senang melihat dirinya di cermin. Bawalah bayi melihat dirinya di cermin yang tidak mudah pecah.

c.    Berusaha meraih mainan
Letakkan sebuah mainan sedikit diluar jangkauan bayi. Gerak-gerakkan mainan itu didepan bayi sambil bicara kepadanya agar ia berusaha untuk mendapatkan mainan itu. Jangan terlalu lama membiarkan bayi berusaha meraih mainan tersebut, agar ia tidak kecewa.

Senin, 18 November 2013

Stimulasi pada Bayi Umur 0 - 3 Bulan


1. Motorik Halus
Letakkan bayi pada posisi telungkup. Gerakkan sebuah mainan berwarna cerah atau buat suara-suara gembira di depan bayi sehingga ia akan belajar mengangkat kepalanya. Secara berangsur-angsur ia akan menggunakan kedua lengannya untuk mengangkat kepala dan dadanya.

Letakkan mainan berwarna cerah di dekat bayi agar ia dapat melihat dan tertarik pada mainan tersebut. Kemudian pindahkan benda tersebut ke sisi lain dengan perlahan. Awalnya bayi perlu dibantu dengan cara menyilangkan paha bayi agar badannya ikut miring sehingga memudahkan bayi berguling. Ketika ia berguling, senyum dan tunjukkan rasa kasih sayang. Jaga bayi agar tidak jatuh dari tempat tidur, meja atau dari ketinggian lainnya. Gendong bayi dalam posisi tegak agar ia dapat belajar menahan kepalanya tetap tegak.

2. Motorik Kasar

Ikat sebuah tali menyilang di atas tempat tidur bayi. Gantungkan pada tali tersebut benda/mainan berputar atau berbunyi, berwarna cerah. Bayi akan tertarik dan melihat, menendang atau menggapai mainan tersebut. Pastikan benda tersebut tidak bisa dimasukkan ke mulut bayi, dan tali tidak akan terlepas dari ikatannya.

Bayi senang memperhatikan wajah seseorang, gambar, benda atau mainan menarik berwarna cerah. Dekatkan wajah anda, gambar, mainan menarik ke wajah bayi agar ia melihat dan memperhatikannya. Perlahan-lahan gerakkan wajah anda atau benda-benda itu ke sisi kanan dan kiri sehingga bayi ikut memperhatikannya.

Pangku bayi di dekat sebuah meja, kemudian jatuhkan sebuah benda kecil (misal : kacang) dari atas meja, tepat di depan bayi anda. Anda juga dapat memutar benda itu di atas meja dan melihat apakah bayi anda memperhatikannya. Jaga bayi anda agar tidak menelan benda itu, karena bisa menyebabkan tersedak. 

Letakkan benda/mainan kecil yang berbunyi atau berwarna cerah di tangan bayi atau sentuhkan benda tersebut pada punggung jari-jarinya. Amati cara ia memegang benda tersebut. Hal ini berhubungan dengan suatu gerak reflek.Semakin bertambah umur bayi, ia akan semakin mampu memegang benda-benda kecil dengan ujung jarinva (menjimpit). Jaga agar benda itu tidak melukai bayi atau tertelan dan membuatnya tersedak.

Ajak bayi meraba dan merasakan berbagai bentuk permukaan seperti mainan binatang, mainan plastik, kain-kain perca, karet dan sebagainya. Bayi anda mungkin memasukkan benda-benda itu ke mulutnya, maka pastikan bahwa benda-benda itu tidak terlalu kecil atau mudah disobek dan ditelan

3. Sosialisasi dan Kemandirian
Setiap hari, bicara dengan bayi sesering mungkin. Gunakan setiap kesempatan seperti waktu memandikan bayi, mengenakan pakaiannya, memberi makan, di tempat tidur, ketika anda sedang mengerjakan pekerjaan rumah tangga, dan sebagainya. Bayi tidak pernah terlalu muda untuk diajak bicara.

Tirukan ocehan bayi sesering mungkin, maka ia akan menirukan kembali suara anda. Ajak bayi mendengarkan berbagai suara seperti musik, radio, TV, orang berbicara dan sebagainya. Juga buatlah suara dari kerincingan, mainan yang dipencet atau bel. Perhatikan, bagaimana reaksi bayi terhadap suara yang berlainan.

4. Bicara dan Bahasa
Sesering mungkin peluk dan belai bayi, bicara kepada bayi dengan nada lembut dan jelas

Stimulasi Tumbuh Kembang


Stimulasi adalah kegiatan merangsang kemampuan dasar anak umur 0-6 tahun agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal. Setiap anak perlu mendapat stimulasi rutin sedini mungkin dan terus menerus pada setiap kesempatan. Stimulasi tumbuh kembang anak dilakukan oleh ibu dan ayah - yang merupakan orang terdekat dengan anak, pengganti ibu/pengasuh anak, anggota keluarga lain dan kelompok masyarakat di lingkungan rumah tangga masing-masing dan dalam kehidupan sehari-hari. 

Kurangnya stimulasi dapat menyebabkan penyimpangan tumbuh kembang anak bahkan gangguan yang menetap. Kemampuan dasar anak yang dirangsang dengan stimulasi terarah adalah kemampuan gerak kasar, kemampuan gerak halus, kemampuan bicara dan bahasa serta kemampuan sosialisasi dan kemandirian. Dalam melakukan stimulasi tumbuh kembang anak, ada beberapa prinsip dasar yang peru diperhatikan, yaitu:

1. Stimulasi dilakukan dengan dilandasi rasa cinta dan kasih sayang.
2. Selalu tunjukkan sikap dan perilaku yang baik karena anak akan meniru
3. Berikan stimulasi sesuai dengan kelompok umur anak.
4. Lakukan stimulasi dengan cara menyenangkan, tanpa paksaan dan tidak ada hukuman.
5. Lakukan stimulasi secara bertahap dan berkelanjutan sesuai umur anak
6. Gunakan alat bantu/permainan yang sederhana dan aman
7. Berikan kesempatan yang sama pada anak laki-laki dan perempuan.
8. Anak Selalu diberi pujian, bila perlu diberi hadiah atas keberhasilannya.

Kelompok Umur Stimulasi dapat digolongkan sebagai berikut :
a. Masa Prenatal, janin dalam kandungan.
b. Masa Bayi (0-12 bulan)
  • Umur 0-3 bulan
  • Umur 3-6 bulan
  • Umur 6-9 bulan
  • Umur 9-12 bulan
c. Masa anak balita (12-60 bulan)
  • Umur 12-15 bulan
  • Umur 15-18 bulan
  • Umur 18-24 bulan
  • Umur 24-36 bulan
  • Umur 36-48 bulan
  • Umur 48-60 bulan
d. Masa Prasekolah (60-72 bulan)
  • Umut 60-72 bulan